Kamis, 09 Januari 2014

Bioaktivitas Flavonoid



Bioaktivitas Flavonoid pada daun Akway
Uji Aktivitas Antibakteri
Hasil Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun akway menunjukkan penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Escherecia Coli untuk gram negatif dan Bacillus cereus untuk gram positif. Dari Tabel 2. dapat dilihat bahwa aktivitas ekstrak kasar daun akway menggunakan pelarut metanol terjadi penghambatan pertumbuhan sel bakteri baik Escherecia Coli (gram negatif) dan Bacillus cereus (gram positif). Bila dilihat dari ukuran Diameter Dayay Hambat (DDH) yang muncul tampaknya aktivitas anti bakteri dari daun Akway berkekuatan sedang sampai kuat.
Menurut Elgayyar (2001), menyatakan bahwa aktivitas antibakteri dikatakan kuat jika DDH yang muncul disekitar cakram berukuran lebih dari 8 mm, sedang bila DDH 7-8 mm dan bila daerah hambatan kurang dari 7 mm dianggap lemah. Penghambatan pertumbuhan Escherecia Coli (gram negatif) dan Bacillus cereus (gram positif) sangat terpengaruh oleh konsentarasi zat aktif yang terlarut dalam ekstrak daun Akway. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa daun Akway mempunyai daya hambat terhadap bakteri Escherecia Coli (gram negatif) dan Bacillus cereus (gram positif), sehingga dapat dikembangkan untuk fungsi bioaktivitas yang lainnya.
C=O, C=C Aromatik, C-O dan C- H aromatik.Uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak etil asetat daun Akway, pada fraksi 1 dan fraksi 2 diperoleh bahwa aktivitas antibakteri adalah sedang (6,9 mm) sampai kuat (7,3 mm). Sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan yang berfungsi bioaktivitas, misalnya sebagai antiseptik, antifungi, antipiretik dan sebagainya. Karena mempunyai daya hambatan terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif.

3 komentar:

  1. Yang saya permasalahkan yaitu bagaimanakah cara senyawa flavonoid dalam menghambat bakteri e.coli dan Bacillus cereus, dan bakteri mana yg lebih susah untuk di hambat pertumbuhannya?

    BalasHapus
  2. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudara, dari literatur yang saya baca, diketahuia bahwa senyawa antimikrob adalah senyawa biologis atau kimia yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme, Senyawa fenol dan turunannya (flavonoid) merupakan salah satu antibakteri yang bekerja dengan mengganggu fungsi membran sitoplasma. Pada konsentrasi rendah dapat merusak membran sitoplasma yang menyebabkan bocornya metabolit penting yang menginaktifkan sistem enzim bakteri, sedangkan pada konsentrasi tinggi mampu merusak membran sitoplasma dan mengendapkan protein sel. Flavonoid bekerja dengan cara merusak membran sitoplasma sehingga bakteri akan rusak dan mati.

    BalasHapus
  3. Senyawa antimikrob adalah senyawa biologis atau kimia yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme. Senyawa kimia yang digunakan untuk mencegah kerusakan memiliki sifat antiseptik pada kondisi penggunaan tertentu dan sekarang terkenal sebagai bahan pengawet yang merupakan senyawa kimia yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
    pada tanaman yang mengandung Flavone, Flavonoid dan Flavonol. Senyawa ini disintesis oleh tanaman untuk menghindari infeksi oleh mikrob . Oleh sebab itu senyawa tersebut pasti memiliki daya antimikrob yang luas. Aktivitas antimikrob senyawa tersebut kemungkinan disebabkan oleh kemampuan senyawa ini membentuk kompleks atau bereaksi dengan protein ekstraseluler, protein terlarut dan dinding sel mikroba. Flavonoid yang bersifat lipofilik dapat merusak membran sel mikroba. secara umum mekanisme kerja dari senyawa antibakteri diantaranya yaitu menghambat sintesis dinding sel, menghambat keutuhan permeabilitas dinding sel bakteri, menghambat kerja enzim, dan menghambat sintesis asam nukleat dan protein.

    BalasHapus