Kamis, 09 Januari 2014

Biosintesis Steroid



Steroid dibiosintesis dalam hampir semua jaringan. Pendahuluan untuk steroid, adalah skulena suatu tripena yang diperoleh dari kondensasi 2 molekul farsenol. Rentetan reaksi dimulai dari penyederhanaan skulena hingga diperoleh lanosterol suatu zat antara yang dapat diubah menjadi kolestrol dan steroid lainnya.
Versi Sederhana bagian akhir jalur sintesis steroid, dimana intermediet isopentenyl pirofosfat (IPP) dan pirofosfat dimethylallyl (DMAPP) bentuk geranyl pirofosfat (GPP), squalene dan akhirnya Lanosterol steroid pertama di jalur.
Metabolisme steroid adalah set lengkap reaksi kimia dalam organisme yang memproduksi, memodifikasi dan mengkonsumsi steroid. Jalur-jalur metabolisme yang meliputi:
* Steroid sintesis - pembuatan steroid dari prekursor sederhana
* Steroidogenesis - yang interkonversi dari berbagai jenis steroid
* Steroid degradasi.
Biosintesis steroid merupakan jalur metabolik yang memproduksi steroid anabolik dari prekursor sederhana. jalur ini dilakukan dengan cara yang berbeda pada hewan daripada di organisme lain, membuat jalur target umum untuk antibiotik dan obat anti infeksi lainnya. Selain itu, metabolisme steroid pada manusia adalah target obat penurun kolesterol seperti statin.
Dimulai di jalur mevalonate pada manusia, dengan Asetil-KoA sebagai building blocks, yang merupakan DMAPP dan IPP . Dalam mengikuti langkah-langkahnya, DMAPP Lanosterol IPP bentuk, steroid pertama. Selanjutnya modifikasi milik steroidogenesis berhasil.
Mevalonate jalur
Mevalonate jalur atau jalur HMG-KoA reduktase dimulai dengan dan diakhiri dengan pirofosfat dimethylallyl (DMAPP) dan isopentenyl pirofosfat (IPP). Beberapa kunci enzim dapat diaktifkan melalui peraturan DNA transkripsional pada aktivasi SREBP (sterol Pengatur Elemen-Binding Protein-1 dan -2). Sensor ini mendeteksi kadar kolesterol intraselular rendah dan merangsang produksi endogen oleh jalur HMG-CoA reduktase, serta serapan lipoprotein meningkat hingga-yang mengatur reseptor LDL. Peraturan jalur ini juga dicapai dengan mengendalikan laju terjemahan dari mRNA, degradasi reduktase dan fosforilasi.  Dalam Ilmu farmasi  Sejumlah obat target jalur mevalonate:
* Statin (digunakan untuk tingkat kolesterol tinggi)
* Bifosfonat (digunakan dalam pengobatan penyakit degeneratif tulang-berbagai)
Pada tumbuhan dan bakteri, jalur non-mevalonate menggunakan piruvat dan glyceraldehyde 3-fosfat sebagai substrat.  

DMAPP untuk Lanosterol
Pirofosfat Isopentenyl dan dimethylallyl pirofosfat menyumbangkan unit isoprena, yang dirakit dan dimodifikasi untuk membentuk senyawa terpen dan isoprenoids , yang merupakan kelas besar lipid yang mencakup karotenoid, dan bentuk kelas terbesar tanaman produk alami.  Di sini, unit isoprena bergabung bersama untuk membuat squalene dan kemudian dilipat dan dibentuk menjadi satu set cincin untuk membuat Lanosterol Lanosterol kemudian dapat dikonversi menjadi steroid lain seperti kolesterol dan ergosterol

Penentuan Struktur Alkaloid



Kafein adalah basa sangat lemah dalam larutan air atau alkohol tidak terbentuk garam yang stabil. Kafein terdapat sebagai serbuk putih, atau sebagai jarum mengkilat putih, tidak berbau dan rasanya pahit. Kafein larut dalam air (1:50), alkohol (1:75) atau kloroform (1:6) tetapi kurang larut dalam eter. Kelarutan naik dalam air panas (1:6 pada 80°C) atau alkohol panas (1:25 pada 60°C) (Wilson and Gisvold, 1982).
Spektrofotometer UV-Vis
Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spectrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi. Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energy secara relative jika energy tersebut ditransmisikan atau direfleksikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.
Prinsip dasar dari suatu spektrofotometer adalah penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Jenis-jenis spektrofotometer : 
       berdasarkan pada  daerah spektrum yang akan   dieksporasi, terdiri dari :
a. Spektrofotometer sinar tampak (Vis).
b. Spektrofotometer sinar tampak (Vis) dan ultraviolet (UV).
       berdasarkan teknik optika sinar, terdiri dari :
a. Spektrofotometer optika sinar ganda (double beams optic).
b. Spektrofotometer optika sinar tunggal (single beams optic).
Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spectrum tampak kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbansi antara sampel dan blanko ataupun pembanding (Khopkar, S.M, 2002)
Skema konstruksi spektrofotometer :
Ketika cahaya putih dilewatkan dalam suatu substansi maka setiap warna cahaya yang dipantulkan akan memiliki panjang gelombang yang berbeda. Berkas cahaya tersebut diasumsikan sebagai warna komplemen dari panjang gelombang yang diserap. Hal tersebut dapat dilihat dari diagram lingkaran berikut:
 Mekanisme kerja dari spektrofotometer pada dasarnya adalah memencilkan cahaya menjadi monokromatik, yang kemudian cahaya tersebut dilewatkan pada suatu sampel yang akan diukur kekuatan radiasinya. Jika P merupakan banyaknya sinar – sinar yang diteruskan oleh larutan sampel dan Po merupakan banyaknya sinar yang diserap, maka ratio P/Po dapat kita sebut sebagai transmitansi. % Transmitansi dapat dituliskan sebagai berikut:
 Selain mengukur transmitansi, spektrofotometer pada dasarnya adalah untuk mengukur absorbansi sampel karena adanya interaksi atom, molekul, dan ion pada sampel tersebut. Secara matematis kita dapat menuliskan hubungan antara Transmitansi sebagai berikut:
A = Log (1/T) = -Log T
Panjang gelombang yang diserap oleh sampel dari sejumlah cahaya yang diberikan akan sebanding dengan konsentrasi sampel dan ketebalan larutan sampel. Secara matematis hubungan ini diberikan oleh hokum Lambert – beer:
A = £bc
Dimana: £ = absorptivitas molar (L.cm-1.mol-1)
b = ketebalan kuvet (cm)
c = konsentrasi (molL-1)
Spektrofotometri  UV  digunakan  untuk  senyawa  organik  yang  berhubungan dengan  transisi elektronik pada tingkat–tingkat energi elektron tertentu. Biasanya senyawa yang terukur mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi. Nikotin mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi pada cincin piridinnya. Hasil spektrum UV dari ekstrak daun tembakau dapat dilihat pada gambar berikut.


                                      Gambar 9. Spektrum UV-Vis dari ekstrak daun tembakau
Dari gambar  spektrum  di  atas  dapat  dilihat  bahwa  ekstrak  daun  tembakau mempunyai  panjang  gelombang  206  nm  dan  262  nm.  Dari  literatur  diperoleh panjang gelombang  maksimum cincin piridin adalah 251 nm (π→π*) dan 270 nm (n→π*) dalam  etanol.  Perbedaan  serapan  maksimum  mungkin  disebabkan  oleh perbedaan pelarut yang digunakan.